






Surabaya, (04/02/26) | Kegiatan rutin olahraga bersama seluruh Kasatdik Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah yang di laksanakan 3 bulan sekali, merupakan ajang silaturahmi sekaligus koordinasi kegiatan yang di lakukan oleh satdik. Olahraga bersama kali ini ( 04/02/26) di laksanakan di SMK KAL-1 dimana sebelumnya (04/10/25) olahraga bersama tersebut berlangsung di SMA Hang Tuah 4 Surabaya.
Kehadiran 35 Kasatdik dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK untuk olahraga bersama tersebut di sambut oleh Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd. Olahraga senam bersama di pandu oleh Ibu Titin Afien orang tua alumni SMK KAL-1 Tito Bagoes Pratama.
Seusai olahraga seluruh Kasatdik berkumpul di ruang meeting SMK KAL-1 untuk menerima pengarahan dari Ketua Pengurus Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah Kolonel Laut (Purn) R. Joko Heriyanto, S.E., M.M., CHRMP.
Sebagai pembuka, Kasatdik SMK KAL-1 Munawar, S.Pd., M.Pd memaparkan kondisi sarana dan prasarana, banyak berbagai fasilitas di perbaiki sehingga kondisi sangat mendukung dalam proses kegiatan pembelajaran murid.
Adapun isi pengarahan Kapeng tersebut berupa Wejangan tentang Kenakalan Remaja dan Upaya Pencegahannya di Lingkungan Satuan Pendidikan khususnya di satdik Cabang Surabaya Yayasan Hang Tuah.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa wejangan Kapeng merupakan penguatan kepada Bapak/Ibu Kasatdik sekalian terkait fenomena kenakalan remaja, yang dewasa ini semakin kompleks, beragam bentuknya, serta menuntut perhatian dan keseriusan kita bersama sebagai pendidik dan pengelola satuan pendidikan.
Wejangan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai ikhtiar bersama agar sekolah-sekolah Hang Tuah Cabang Surabaya benar-benar menjadi benteng moral, karakter, dan masa depan generasi muda.
Dalam pengertiannya kenakalan remaja adalah segala bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak dan remaja, yang bertentangan dengan norma agama, norma sosial, tata tertib sekolah, serta hukum yang berlaku.
Perilaku ini umumnya muncul pada masa pencarian jati diri, ketika remaja berada pada fase labil secara emosi, mental, dan spiritual.
Kenakalan remaja bukanlah persoalan sepele. Apabila dibiarkan, ia dapat berkembang menjadi tindakan kriminal, merusak masa depan peserta didik, mencoreng nama baik sekolah dan Yayasan, serta merugikan masyarakat luas.
Sedangkan Ragam dan Bentuk Kenakalan Remaja tidak hanya sebatas pelanggaran kecil, namun telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, antara lain:
1. Pelanggaran Hukum dan Kriminalitas.
Tawuran antar pelajar atau kelompok, penganiayaan, pencurian, pemerasan, pembegalan, perusakan fasilitas umum maupun sekolah, bahkan hingga tindak kriminal berat. Banyak kasus berawal dari persoalan sepele, seperti saling ejek, emosi sesaat, dan solidaritas kelompok yang salah arah.
2. Penyalahgunaan Zat Terlarang.
Penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras, serta merokok di usia dini. Ini merupakan pintu awal kehancuran masa depan peserta didik, karena merusak fisik, mental, moral, dan prestasi belajar.
3. Perilaku Seksual Berisiko.
Pergaulan bebas, seks bebas, kehamilan tidak diinginkan, hingga praktik aborsi. Fenomena ini sering dipicu oleh lemahnya pendidikan karakter dan agama, kurangnya pengawasan, serta pengaruh konten negatif dari media sosial.
4. Penyimpangan di Lingkungan Sekolah dan Sosial
Membolos sekolah, berbohong kepada guru dan orang tua, kabur dari rumah, serta berkeliaran hingga larut malam tanpa tujuan jelas. Perilaku ini sering dianggap ringan, padahal merupakan tanda awal kenakalan yang lebih serius.
5. Kenakalan Berbasis Teknologi dan Dunia Maya
Cyberbullying, penyebaran konten pornografi, kecanduan game online, kecanduan gadget, serta judi online. Di era digital, kenakalan remaja sering terjadi secara tersembunyi melalui layar ponsel.
6. Perilaku Antisosial dan Kekerasan
Bullying atau perundungan, vandalisme berupa coret-coret dan perusakan fasilitas, serta balapan liar. Ini mencerminkan lemahnya empati, kontrol diri, dan karakter sosial peserta didik.
Dari uraian tersebut , ada beberapa faktor penyebab kenakalan remaja,
1. Faktor internal, seperti krisis identitas, emosi yang labil, stres, serta lemahnya iman dan kontrol diri.
2. Faktor keluarga, antara lain pola asuh yang kurang tepat, minimnya perhatian dan kasih sayang, lemahnya keteladanan orang tua, serta konflik keluarga.
3. Faktor lingkungan dan teman sebaya, seperti tekanan kelompok, lingkungan pergaulan negatif, dan solidaritas yang salah arah.
4. Faktor media dan teknologi, berupa konten negatif yang mudah diakses dan rendahnya literasi digital.
5. Faktor sekolah, seperti lemahnya pengawasan, penegakan tata tertib yang tidak konsisten, serta kurangnya pendekatan pembinaan.
Sedangkan dampak dari Kenakalan Remaja apabila tidak ditangani secara serius, kenakalan remaja a
kan menimbulkan dampak yang sangat luas, antara lain kerusakan fisik dan mental peserta didik, putus sekolah, masalah hukum, rusaknya citra sekolah dan yayasan, serta hilangnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Pada sesi akhir Kapeng menyampaikan peran strategis para Kasatdik dalam mencegah kenakalan remaja, di antaranya dengan:
1. Menjadi teladan dalam moral, disiplin, dan integritas.
2. Menegakkan tata tertib sekolah secara adil dan konsisten.
3. Menguatkan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
4. Membangun komunikasi intensif dengan guru, wali kelas, dan guru BK.
5. Menjalin sinergi dengan orang tua dan komite sekolah.
6. Melakukan deteksi dini terhadap perilaku menyimpang.
7. Mengedepankan pembinaan dan pendekatan edukatif, bukan semata-mata hukuman.
Sebagai kata penutup Kapeng menegaskan bahwa mencegah kenakalan remaja adalah tanggung jawab kita bersama. Sekolah Hang Tuah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi peserta didik.
Nampak hadir serta memberikan pembekalan secara bergantian sesuai bidang masing-masing, Sekertaris Niken Dyah Puspitorini , S.Pd, Bendahara Ninik Indra Sunaring Venyanti, Kabid Diklat Dra. Ramayanti, Kabid Bang Kolonel Laut (Purn) Dr. Abdul Rahman, S.T., M.T.
(yht/dar)