KUMPARAN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 13 April 2026

Rekonstruksi Dramatis, AKBP Agung Tribawanto Pastikan Tidak Ada Pelaku yang Lolos

PASAMAN BARAT | Suasana di halaman Mapolres Pasaman Barat tampak berbeda dari biasanya. Di bawah pengawasan langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., proses rekonstruksi kasus pembunuhan warga Jorong Tarandam digelar dengan penuh ketelitian, menghadirkan puluhan adegan yang menggambarkan detik-detik kejadian tragis tersebut.

Rekonstruksi ini menjadi momen penting dalam perjalanan penanganan perkara yang menyita perhatian publik. Dua tersangka, TH, 30 tahun, dan IAR, 26 tahun, dihadirkan untuk memperagakan secara langsung rangkaian peristiwa yang terjadi pada 2 Desember 2025 di kawasan Durian Tigo Batang, Nagari Koto Baru.

AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu Habib Fuad Alhafsi, S.Tr.K, menegaskan bahwa rekonstruksi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mengungkap kasus secara terang benderang. Setiap adegan diperagakan untuk memastikan kesesuaian antara keterangan pelaku, saksi, dan fakta di lapangan.

Sebanyak 29 adegan diperagakan secara detail. Mulai dari awal pertemuan hingga terjadinya aksi kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa, seluruh rangkaian kejadian disusun ulang secara sistematis di hadapan penyidik.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa transparansi menjadi prinsip utama dalam penanganan perkara ini. Ia memastikan tidak ada fakta yang ditutup-tutupi, serta seluruh proses berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dari hasil penyidikan, motif pembunuhan diketahui berakar dari konflik sengketa lahan perkebunan yang telah berlangsung cukup lama. Perselisihan tersebut memicu emosi yang akhirnya berujung pada tindakan kriminal yang fatal.

Kasus ini menjadi cerminan betapa konflik agraria dapat berkembang menjadi persoalan serius jika tidak dikelola dengan baik. Kapolres mengingatkan pentingnya penyelesaian masalah secara damai untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Lebih lanjut, AKBP Agung Tribawanto juga membuka kemungkinan adanya pelaku lain. Namun, hal tersebut tetap harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasaman Barat. Tahapan ini menunjukkan bahwa proses hukum terus berjalan menuju fase berikutnya, yakni penuntutan di pengadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia menegaskan bahwa penyebaran isu liar dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya,” tegas AKBP Agung Tribawanto.

Selama pelaksanaan rekonstruksi, pengamanan dilakukan secara ketat oleh personel kepolisian. Kegiatan berlangsung lancar tanpa gangguan, mencerminkan situasi yang tetap kondusif di tengah perhatian publik yang tinggi terhadap kasus ini.

Rekonstruksi ini bukan sekadar rangkaian adegan, melainkan upaya menghadirkan kebenaran secara utuh di hadapan hukum. Setiap detail menjadi bagian penting dalam memastikan keadilan bagi korban dan kepastian hukum bagi para tersangka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa konflik yang tidak terselesaikan dapat berujung pada tragedi. Kepolisian berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga harmoni dan menyelesaikan persoalan secara bijak.

Dengan pengawalan langsung Kapolres AKBP Agung Tribawanto, penanganan kasus ini diharapkan mampu memberikan rasa keadilan serta menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.


TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto Tunjukkan Ketegasan, Polres Pasaman Barat Intensifkan Patroli Malam

PASAMAN BARAT | Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., jajaran kepolisian terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kegiatan patroli rutin yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Polres Pasaman Barat sebagai satuan kewilayahan Polda Sumatera Barat yang bermarkas di Jalan Soekarno Hatta No. 60, Simpang Empat, menjadi garda terdepan dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Dalam berbagai kesempatan, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa patroli bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kegiatan patroli yang dilakukan, baik dalam bentuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) maupun Patroli Samapta Presisi, menyasar berbagai titik strategis seperti pasar tradisional, pusat keramaian, jalur lintas, hingga kawasan pemukiman warga.

Terlihat dalam pelaksanaan patroli, personel kepolisian tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat, menyapa pedagang, berdialog dengan warga, serta memberikan imbauan kamtibmas secara humanis.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, pendekatan humanis menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tidak segan untuk berkoordinasi dengan aparat.

“Patroli ini bukan hanya untuk mencegah tindak kejahatan, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar AKBP Agung Tribawanto dalam keterangannya.

Kehadiran polisi di lapangan terbukti mampu memberikan efek preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam beraktivitas, baik di siang maupun malam hari.

Di sejumlah titik pasar, personel Polres Pasaman Barat tampak menyatu dengan aktivitas warga, mengawasi situasi sekaligus memastikan tidak terjadi tindak kriminalitas seperti pencopetan, penipuan, maupun gangguan lainnya.

Selain itu, patroli malam hari juga menjadi perhatian serius, mengingat potensi kerawanan yang meningkat pada waktu tersebut, terutama di kawasan sepi dan jalur-jalur tertentu.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam merespons setiap laporan masyarakat secara cepat dan tepat, sebagai bentuk pelayanan prima kepolisian.

Tidak hanya itu, patroli juga dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi konflik sosial maupun gangguan keamanan lainnya yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Dengan pola patroli yang terencana dan berkelanjutan, Polres Pasaman Barat mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah secara optimal, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi yang mengedepankan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, AKBP Agung Tribawanto terus mendorong jajarannya untuk bekerja secara profesional, modern, dan terpercaya dalam melayani masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dari konsistensi pelaksanaan patroli yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.

Masyarakat pun menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Polres Pasaman Barat, karena merasakan langsung manfaat dari kehadiran polisi di tengah kehidupan mereka.

Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Pasaman Barat dapat terus terjaga dalam kondisi aman, damai, dan kondusif.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan intensitas patroli serta pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga keamanan wilayah.

Ke depan, Polres Pasaman Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat melalui kinerja yang nyata dan berkelanjutan.

Catatan Redaksi

Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya simbol keamanan, tetapi juga wujud nyata pelayanan dan pengayoman negara. Konsistensi dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik yang kuat.

TIM RMO

Sabtu, 11 April 2026

Kapolres Pasaman Barat Tunjukkan Leadership di Lintasan, Personel Ikut Terpacu

PASAMAN BARAT | Di bawah komando langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., semangat baru tampak mengalir di tubuh Polres Pasaman Barat. Kegiatan “Road To Kemala Run 2026” yang digelar Polda Sumatera Barat bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum membangun kekuatan fisik, mental, dan solidaritas dalam satu irama langkah yang sama.

Sejak awal kegiatan, sosok AKBP Agung Tribawanto terlihat menonjol. Ia tidak hanya hadir sebagai pimpinan, tetapi benar-benar turun ke lintasan bersama anggotanya. Kehadirannya menjadi simbol kepemimpinan yang memberi contoh nyata—bahwa seorang pemimpin bukan hanya memberi perintah, tetapi juga ikut merasakan denyut perjuangan di lapangan.

Langkah demi langkah yang diayunkan para personel bukan sekadar latihan fisik. Di balik itu, tersimpan semangat kebersamaan yang terus dibangun. Polres Pasaman Barat datang bukan hanya untuk ikut serta, tetapi membawa semangat kompetitif yang sehat dan tekad untuk tampil maksimal di ajang Kemala Run 2026 mendatang.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar olahraga. Menurutnya, kebugaran fisik adalah fondasi utama bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugasnya yang penuh tantangan dan dinamika.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang lari. Ini tentang membangun disiplin, kekuatan mental, dan kebersamaan. Kita ingin seluruh personel memiliki fisik yang prima dan semangat yang kuat dalam melayani masyarakat,” tegasnya dengan penuh energi.

Rangkaian kegiatan Road To Kemala Run diikuti dengan serius oleh seluruh jajaran. Mulai dari latihan lari dengan berbagai jarak, penguatan teknik berlari, hingga sesi edukasi kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan performa personel secara menyeluruh.

Di sela-sela kegiatan, terlihat interaksi hangat antar personel dari berbagai Polres di Sumatera Barat. Momen ini dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan, memperkuat sinergi, dan membangun komunikasi lintas wilayah yang selama ini menjadi kekuatan utama institusi Polri.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, kebersamaan seperti ini adalah modal besar. Ia percaya bahwa kekompakan internal akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semakin solid sebuah institusi, semakin kuat pula kepercayaan publik yang dapat dibangun.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan sportivitas ditanamkan secara langsung melalui aktivitas yang sederhana namun bermakna.

Antusiasme personel Polres Pasaman Barat terlihat jelas. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, menunjukkan kesiapan untuk bersaing sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat Polda Sumbar.

AKBP Agung Tribawanto pun memberikan motivasi kepada seluruh anggotanya agar tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga berprestasi. Ia ingin kehadiran Polres Pasaman Barat menjadi sesuatu yang diperhitungkan dalam ajang Kemala Run 2026.

“Kita harus tampil maksimal. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk institusi dan daerah yang kita banggakan. Tunjukkan bahwa kita mampu,” ujarnya menyemangati.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai bagian dari budaya kerja. Menurutnya, polisi yang sehat adalah polisi yang siap menghadapi segala bentuk tantangan di lapangan.

Semangat yang dibangun dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di lintasan. AKBP Agung Tribawanto ingin nilai-nilai positif tersebut terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Road To Kemala Run 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi simbol perubahan—bahwa Polri terus bergerak menuju institusi yang lebih profesional, humanis, dan berdaya saing.

Dengan kepemimpinan yang inspiratif, AKBP Agung Tribawanto berhasil menghadirkan energi baru di tubuh Polres Pasaman Barat. Energi yang tidak hanya terasa hari ini, tetapi diyakini akan terus berlanjut hingga puncak Kemala Run 2026.

Langkah mereka mungkin dimulai dari lintasan latihan, tetapi tujuan akhirnya jauh lebih besar: menghadirkan Polri yang kuat, sehat, dan semakin dipercaya masyarakat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Jumat, 10 April 2026

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto Tekankan Giat Anggota di Lapangan Harus Responsif dan Preventif

PASAMAN BARAT | Upaya menjaga stabilitas keamanan terus diperkuat oleh jajaran Polres Pasaman Barat melalui kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan di berbagai titik strategis, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum setempat, Jumat 10 April 2026.

Kegiatan Patroli Samapta Presisi dan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) menjadi langkah konkret dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Personel terlihat aktif melakukan pemantauan di lapangan, mulai dari kawasan pemukiman, objek vital hingga pusat aktivitas masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menegaskan bahwa patroli yang dilakukan merupakan bagian dari strategi preventif untuk menekan potensi gangguan keamanan sejak dini. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas wilayah.

Patroli yang digelar tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga mengedepankan interaksi langsung dengan masyarakat. Personel di lapangan turut menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan tetap aman.

Selain itu, pengamanan di lokasi strategis seperti SPBU, perbankan, dan pusat keramaian juga menjadi prioritas. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi berbagai potensi tindak kriminalitas yang dapat meresahkan masyarakat.

Kegiatan strong point turut dilaksanakan di sejumlah titik persimpangan padat lalu lintas. Kehadiran personel di lokasi tersebut memberikan rasa aman sekaligus membantu kelancaran arus kendaraan.

Pada malam hari, patroli kembali ditingkatkan dengan menyasar lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali serta mencegah terjadinya tindak kejahatan.

AKBP Agung Tribawanto juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Anggota diminta untuk bersikap ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sinergi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan adanya komunikasi yang baik, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.

Upaya yang dilakukan oleh jajaran Polres Pasaman Barat ini menunjukkan bahwa kehadiran polisi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom.


Catatan Redaksi:

Pemberitaan ini menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan profesional dalam memberikan rasa aman.

Giat patroli yang dilakukan anggota di lapangan adalah bagian dari “tagihan” pelayanan Polri kepada masyarakat, bahwa keamanan bukan sekadar janji, tetapi kewajiban yang harus diwujudkan.

Polisi hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang bekerja menjaga ketertiban, menegakkan hukum secara adil, serta membangun kepercayaan demi terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

TIM RMO

Jumat, 03 April 2026

Arahan Tegas AKBP Agung Tribawanto Kawal BBM Subsidi, SPBU Nagari Sariak Jadi Titik Pengawasan

PASAMAN BARAT | Di wilayah pesisir Pasaman Barat, kebutuhan nelayan terhadap bio solar bersubsidi bukan sekadar soal bahan bakar, melainkan penopang hidup sehari-hari. Karena itu, pengawasan distribusinya menjadi perhatian serius jajaran Polres Pasaman Barat di bawah kendali AKBP Agung Tribawanto.

Arahan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan pendistribusian BBM di SPBU 14.263.584 Nagari Sariak, Kecamatan Luhak Nan Duo, Jumat (3/4/2026), yang menjadi titik pelayanan kebutuhan BBM masyarakat pesisir.

Kegiatan pengecekan di lapangan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar, didampingi Kapolpos Simpang Tiga Aiptu Suhartono dan Bhabinkamtibmas Koto Baru Aipda Wahyul Azizwan.

Melalui Kapolsek Pasaman, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K menyampaikan bahwa pengecekan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait dugaan pembelian BBM jenis bio solar menggunakan jeriken.

Fokus pemeriksaan diarahkan pada kelengkapan administrasi pembelian, khususnya surat rekomendasi resmi bagi nelayan yang memang diperbolehkan membeli BBM subsidi untuk kebutuhan melaut.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan, tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan BBM subsidi oleh nelayan. Seluruh pembelian yang terjadi masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penegasan dari Kapolres agar pihak SPBU disiplin melayani pembelian berdasarkan barcode dan rekomendasi resmi menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.

“Kami ingin memastikan BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada yang berhak, terutama nelayan,” menjadi penekanan yang disampaikan melalui Kapolsek Pasaman.

Langkah ini selaras dengan aturan yang ditetapkan oleh BPH Migas mengenai tata cara distribusi BBM subsidi di seluruh Indonesia.

Bagi nelayan, pengawasan ini memberikan rasa tenang karena prosedur yang mereka jalankan telah diperiksa langsung oleh aparat.

Pihak pengelola SPBU juga diingatkan untuk tidak melayani pembelian BBM subsidi di luar ketentuan yang telah diatur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah pencegahan dini terhadap potensi penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat pesisir, pengawasan lapangan seperti ini dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas distribusi.

Peran Kapolres dalam mengendalikan arah pengawasan menunjukkan bahwa perhatian kepolisian juga menyentuh kebutuhan hidup masyarakat.

Kehadiran aparat di SPBU menjadi bentuk pengawasan yang bersahabat agar sistem distribusi berjalan sebagaimana mestinya.

Nelayan pun menyambut baik kegiatan ini karena mereka merasa haknya dijaga dan dilindungi.

Pengawasan konsisten di titik strategis seperti SPBU Nagari Sariak menjadi gambaran nyata komitmen Polres Pasaman Barat dalam menjaga distribusi subsidi negara tetap tepat sasaran.


Catatan Redaksi

Kegiatan pengecekan distribusi BBM bersubsidi ini memperlihatkan peran polisi yang hadir di tengah masyarakat untuk memastikan hak nelayan tetap terjaga.

Melalui arahan AKBP Agung Tribawanto, pengawasan ini bertujuan agar bio solar bersubsidi benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

Pesan yang ingin disampaikan jelas, polisi hadir untuk memastikan aturan berjalan dengan baik tanpa merugikan masyarakat kecil.

Sekaligus menjadi pengingat bahwa pembelian BBM bersubsidi wajib mengikuti ketentuan administratif seperti barcode kendaraan dan surat rekomendasi resmi.

Dengan pendekatan yang lebih dekat dan bersahabat, keterlibatan polisi di SPBU menjadi bagian dari upaya menjaga keadilan distribusi subsidi negara.

TIM RMO

Jumat Agung Jadi Momentum, Dirlantas Reza dan Wadirlantas Yudho Perkuat Nilai Kemanusiaan

SUMBAR | Peringatan Jumat Agung yang jatuh pada 3 April 2026 menjadi momentum reflektif bagi jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Dalam suasana penuh khidmat, Dirlantas Reza bersama Wadirlantas Yudho menyampaikan pesan mendalam tentang arti kasih, pengorbanan, dan ketulusan dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara.

Melalui unggahan resmi yang tersebar di media sosial, pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada internal kepolisian, namun juga kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat. Dirlantas Reza menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Jumat Agung memiliki relevansi kuat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Ia menyampaikan bahwa Jumat Agung bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama. Dalam setiap langkah tugas, nilai pengorbanan harus menjadi dasar dalam melayani masyarakat dengan tulus dan penuh tanggung jawab.

Senada dengan itu, Wadirlantas Yudho juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi diri. Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan rasa aman, damai, dan kehangatan bagi masyarakat.

Dalam visual yang dirilis, tampak Dirlantas Reza dan Wadirlantas Yudho berdiri tegap dengan latar simbol salib, memperkuat pesan spiritual yang ingin disampaikan. Sikap hormat yang ditampilkan menjadi simbol penghargaan terhadap makna pengorbanan yang begitu dalam.

Pesan yang disampaikan juga mengandung harapan agar nilai-nilai kasih dapat terus hidup di tengah masyarakat. Dalam kondisi sosial yang dinamis, sikap saling menghargai dan menjaga kerukunan menjadi kunci terciptanya stabilitas dan kedamaian.

Dirlantas Reza menegaskan bahwa institusi kepolisian harus menjadi garda terdepan dalam menebarkan nilai-nilai tersebut. Tidak hanya melalui tindakan, tetapi juga melalui pendekatan humanis yang menyentuh hati masyarakat.

Sementara itu, Wadirlantas Yudho menambahkan bahwa kedamaian bukan hanya slogan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap personel diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Momentum Jumat Agung ini juga menjadi refleksi internal bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan semangat pengorbanan, setiap tantangan dalam tugas diharapkan dapat dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Masyarakat pun menyambut positif pesan yang disampaikan oleh Dirlantas Reza dan Wadirlantas Yudho. Banyak yang menilai bahwa pendekatan humanis seperti ini mampu mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Di tengah berbagai dinamika yang terjadi, pesan damai yang digaungkan menjadi oase yang menyejukkan. Jumat Agung menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugas dan tanggung jawab, ada nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi.

Dengan semangat Jumat Agung, Dirlantas Reza dan Wadirlantas Yudho berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan dan saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan Redaksi: Peringatan Jumat Agung menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai universal seperti kasih, pengorbanan, dan ketulusan yang relevan dalam kehidupan sosial dan pelayanan publik.

TIM RMO

Selasa, 31 Maret 2026

Ustadz Sorip Hasayangan Harahap Ingatkan Bahaya Hoaks, Ajak Warga Jaga Etika di Dunia Maya

DHARMASRAYA | Arus informasi di era digital kini mengalir begitu deras tanpa batas. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang melalui berbagai platform media sosial yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern.

Fenomena ini membawa dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Di satu sisi, media sosial memberikan kemudahan dalam berbagi informasi dan mempererat komunikasi. Namun di sisi lain, jika tidak digunakan secara bijak, ia dapat menjadi sumber perpecahan yang berbahaya.

Hal inilah yang menjadi perhatian serius Imam Masjid Darul Hikmah Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Ustadz Sorip Hasayangan Harahap. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi.

Menurutnya, platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, hingga TikTok telah menjadi ruang publik yang sangat luas. Siapa saja dapat menyampaikan pendapat, menyebarkan informasi, bahkan mempengaruhi opini banyak orang dalam waktu singkat.

Namun, kemudahan tersebut sering kali disalahgunakan. Penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi salah satu ancaman terbesar yang muncul dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.

Ustadz Sorip menegaskan bahwa hoaks bukan hanya sekadar informasi palsu, tetapi juga dapat memicu konflik sosial, menimbulkan kebencian antar kelompok, serta merusak keharmonisan di tengah masyarakat.

“Karena sesungguhnya setiap tindakan kita, perbuatan kita, tindakan jari jemari kita tentunya butuh pertanggungjawaban. Jangan sampai jari yang diberikan Allah SWT harusnya digunakan untuk kebaikan, malah menyebar berita-berita bohong yang bisa menimbulkan kekisruhan maupun perpecahan,” ungkapnya, Selasa (31/3).

Ia mengingatkan bahwa setiap informasi yang diterima seharusnya tidak langsung disebarkan begitu saja. Masyarakat perlu menyaring terlebih dahulu, memastikan kebenarannya, serta memahami dampak yang mungkin ditimbulkan sebelum membagikannya kepada orang lain.

Dalam pandangannya, ajaran Islam sangat jelas mengarahkan umatnya untuk menyebarkan kebaikan. Media sosial seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi hal-hal positif, seperti ilmu pengetahuan, pesan moral, dan nilai-nilai kebersamaan.

Lebih jauh, Ustadz Sorip juga menyoroti pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di dunia maya. Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari ujaran kebencian, fitnah, serta komentar negatif yang dapat melukai perasaan orang lain.

“Kita harus berhati-hati dalam berbicara dan menulis di media sosial. Hindari menyebarkan ujaran kebencian, fitnah, atau komentar negatif. Sebaliknya, marilah kita saling menghormati, mendukung, dan memperbaiki satu sama lain dalam semangat persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial adalah ruang terbuka yang dapat diakses oleh siapa saja. Oleh karena itu, menjaga adab dan sopan santun menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, termasuk dalam memilih kata dan cara menyampaikan pendapat.

Ia pun menegaskan bahwa dalam Islam, berbicara dengan santun dan penuh kasih sayang adalah bagian dari akhlak yang harus dijaga, termasuk saat berinteraksi di dunia digital.

Di akhir pesannya, Ustadz Sorip Hasayangan Harahap mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana pemersatu, bukan alat pemecah belah. Ia berharap ruang digital dapat dipenuhi dengan konten-konten positif yang mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan bangsa.


Catatan Redaksi: Bijak bermedia sosial bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga menjadi kunci menjaga keutuhan sosial di tengah derasnya arus informasi digital yang tak terbendung. Kesadaran kolektif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan penuh nilai kebaikan.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi