KUMPARAN

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 06 Juni 2026

Sarana Tambang Ilegal Dibakar, AKBP Agung Tribawanto Tunjukkan Ketegasan Aparat

PASAMAN BARAT | Kepolisian Resor Pasaman Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan penegakan hukum. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., patroli penertiban dilakukan secara intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas tambang emas ilegal, Kamis, 5 Juni 2026.

Langkah tegas tersebut dilakukan setelah jajaran Satreskrim Polres Pasaman Barat bersama personel Polsek Gunung Tuleh melakukan patroli dan penyisiran ke wilayah yang selama ini diduga menjadi pusat aktivitas penambangan emas tanpa izin. Medan yang berat dan akses yang sulit tidak menyurutkan semangat petugas untuk mencapai lokasi yang menjadi target operasi.

Sebanyak 20 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan yang berlangsung sejak Senin hingga Selasa itu. Tim bergerak menuju kawasan Simpang Lolo, Jorong Sitabu, Nagari Bahoras, Kecamatan Gunung Tuleh, sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menembus kawasan hutan dan menyusuri aliran sungai.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh pada sejumlah titik yang dicurigai sebagai lokasi aktivitas tambang emas ilegal. Petugas memeriksa bekas-bekas aktivitas pertambangan yang sebelumnya dilaporkan masyarakat dan menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Saat berada di lokasi, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan yang sedang berlangsung. Namun demikian, sejumlah indikasi kuat ditemukan berupa lubang-lubang bekas galian yang diduga merupakan hasil aktivitas pertambangan emas ilegal yang telah berlangsung sebelumnya.

Selain bekas galian, tim juga menemukan sejumlah pondok semi permanen yang diduga digunakan sebagai tempat beristirahat para pelaku tambang ilegal. Tidak hanya itu, ditemukan pula box kayu serta puluhan jeriken minyak yang diduga menjadi sarana pendukung aktivitas penambangan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menjelaskan bahwa tidak ditemukannya para pelaku di lokasi diduga karena keberadaan petugas telah lebih dahulu diketahui. Kondisi tersebut membuat para pelaku memilih meninggalkan lokasi sebelum aparat tiba.

Meski para pelaku berhasil menghindari petugas, kepolisian tidak menghentikan langkah penegakan hukum. Berbagai barang dan fasilitas yang diduga digunakan dalam aktivitas PETI langsung diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.

Polres Pasaman Barat juga terus mendalami siapa pihak yang memiliki pondok, peralatan, serta sarana pendukung yang ditemukan di lokasi. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap jaringan pelaku maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

Sebagai bentuk tindakan nyata agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan, petugas melakukan pemusnahan terhadap pondok semi permanen, box kayu, serta jeriken minyak yang ditemukan. Seluruh sarana tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.

Tindakan pemusnahan itu menjadi pesan tegas bahwa aparat tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan dan mengancam keberlangsungan ekosistem alam di Pasaman Barat.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa patroli dan penindakan terhadap aktivitas PETI akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Pasaman Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menegakkan aturan hukum yang berlaku.

Ia menyampaikan bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga dapat menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang sangat besar dan berkepanjangan bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, jajaran Polres Pasaman Barat tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi juga berupaya mengungkap pihak-pihak yang berada di belakang aktivitas tersebut, termasuk jika ditemukan adanya pemodal yang terlibat.

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pemberantasan PETI dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan emas ilegal yang masih berlangsung di wilayah Pasaman Barat.

Untuk mendukung upaya tersebut, Polres Pasaman Barat telah membuka layanan pengaduan masyarakat guna menerima laporan dan informasi terkait aktivitas PETI yang berpotensi merusak lingkungan serta merugikan kepentingan masyarakat luas.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai aktivitas tambang ilegal yang selama ini sulit diberantas karena berpindah-pindah lokasi.

Dengan patroli yang terus digencarkan dan dukungan masyarakat yang semakin kuat, Polres Pasaman Barat berharap wilayah Kabupaten Pasaman Barat dapat terbebas dari aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini menjadi ancaman bagi kelestarian alam dan masa depan generasi mendatang.

Penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin merupakan bagian dari upaya Polri untuk masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, menegakkan supremasi hukum, serta melindungi sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

TIM RMO

Dirlantas Sumbar Tekankan Pentingnya Helm dan Sabuk Pengaman dalam Setiap Perjalanan

SUMBAR | Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar slogan yang terpampang di pinggir jalan. Di balik setiap aturan yang dibuat, tersimpan harapan agar seluruh pengguna jalan dapat pulang ke rumah dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga tercinta. Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat bahwa disiplin di jalan raya merupakan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, Jumat, 5 Juni 2026.

Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., berbagai langkah preventif, edukatif, hingga penegakan hukum terus dilakukan guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang masih terjadi di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Operasi Patuh Singgalang 2026 bukan hanya berorientasi pada penindakan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditawar oleh siapa pun saat berada di jalan raya.

Dalam sosialisasi yang disampaikan Ditlantas Polda Sumbar, terdapat tujuh pelanggaran yang menjadi prioritas penindakan karena terbukti memiliki kontribusi besar terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka berat hingga meninggal dunia.

Pelanggaran pertama adalah tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor. Masih banyak pengendara yang menganggap helm hanya sebagai pelengkap, padahal perlindungan kepala merupakan faktor utama yang mampu mengurangi risiko fatal ketika terjadi kecelakaan.

Dirlantas Sumbar menegaskan bahwa penggunaan helm standar bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri. Satu benturan kecil tanpa perlindungan yang memadai dapat berujung pada cedera serius yang mengubah masa depan seseorang.

Pelanggaran kedua yang menjadi perhatian serius adalah penggunaan telepon genggam saat berkendara. Kebiasaan membalas pesan, menerima panggilan, atau sekadar melihat notifikasi ketika kendaraan sedang melaju menjadi salah satu penyebab hilangnya konsentrasi pengemudi.

Banyak kecelakaan terjadi hanya karena beberapa detik kelengahan. Waktu yang sangat singkat itu cukup untuk menghilangkan kendali kendaraan dan menimbulkan tabrakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, pengendara di bawah umur juga menjadi sasaran prioritas dalam Operasi Patuh Singgalang 2026. Fenomena anak-anak yang mengendarai sepeda motor masih sering ditemukan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Padahal secara usia, mereka belum memiliki kemampuan, kematangan emosi, serta keterampilan berkendara yang memadai untuk menghadapi berbagai situasi di jalan raya. Karena itu, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh orang tua agar tidak memberikan kendaraan kepada anak yang belum memenuhi syarat.

Pelanggaran berikutnya yang menjadi perhatian adalah melawan arus lalu lintas. Kebiasaan mengambil jalan pintas demi menghemat waktu justru sering berakhir dengan kecelakaan yang merugikan banyak pihak.

Melawan arus tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga menciptakan ancaman besar bagi keselamatan pengguna jalan lainnya. Dalam banyak kasus kecelakaan, tindakan melawan arus menjadi salah satu penyebab utama terjadinya tabrakan frontal yang berdampak fatal.

Prioritas penindakan lainnya adalah pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman. Meskipun terlihat sederhana, sabuk pengaman memiliki peran vital dalam melindungi tubuh saat terjadi benturan.

Banyak korban kecelakaan mengalami cedera berat karena mengabaikan penggunaan sabuk pengaman. Padahal alat keselamatan tersebut dirancang untuk mengurangi risiko benturan keras yang dapat mengancam nyawa.

Selanjutnya adalah pelanggaran batas kecepatan. Dirlantas Sumbar mengingatkan bahwa semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin kecil kesempatan pengemudi untuk bereaksi terhadap kondisi darurat yang muncul secara tiba-tiba di jalan.

Kecepatan berlebih sering kali membuat pengendara kehilangan kendali sehingga kecelakaan sulit dihindari. Karena itu, kepatuhan terhadap batas kecepatan menjadi salah satu kunci utama menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Pelanggaran ketujuh yang menjadi fokus penindakan adalah berkendara di bawah pengaruh alkohol. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, serta mengganggu kemampuan pengemudi dalam mengambil keputusan secara tepat.

Dirlantas Polda Sumbar menilai bahwa keselamatan harus menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan semata karena adanya petugas di lapangan. Ketika kesadaran itu tumbuh, maka kepatuhan terhadap aturan akan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara sukarela.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan bahwa setiap aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi masyarakat. Tidak ada satu pun ketentuan yang bertujuan mempersulit pengguna jalan. Seluruh regulasi hadir demi menjaga keselamatan bersama.

"Jangan menunggu terjadi kecelakaan baru menyadari pentingnya keselamatan. Patuhi aturan, lengkapi perlengkapan keselamatan, dan jadilah pelopor tertib berlalu lintas. Keselamatan Anda adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Melalui Operasi Patuh Singgalang 2026, Ditlantas Polda Sumbar berharap masyarakat semakin memahami bahwa keselamatan bukan soal keberuntungan, melainkan hasil dari kepatuhan terhadap aturan dan kedisiplinan dalam berkendara setiap hari.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan seluruh pengguna jalan, angka kecelakaan di Sumatera Barat diharapkan terus menurun sehingga tercipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang semakin baik di masa mendatang.

Catatan Redaksi:

Operasi Patuh Singgalang 2026 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Melalui edukasi, pencegahan, dan penegakan hukum yang profesional, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya mewujudkan budaya berlalu lintas yang berkeselamatan demi melindungi setiap nyawa di jalan raya.

TIM RMO

Rabu, 03 Juni 2026

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Dirlantas Polda Sumbar, Investasi Jangka Panjang untuk Sumatera Barat

SUMBAR | Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat yang berlokasi di Jalan Nipah, Kota Padang, menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan peningkatan pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan tersebut menjadi simbol nyata komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rabu, 3 Juni 2026.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya babak baru transformasi pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat yang selama ini terus berkembang mengikuti tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Kehadiran Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan sarana dan prasarana pelayanan kepolisian. Sejak memimpin Polda Sumbar, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan guna memastikan pelayanan Polri dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di sisi lain, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi sosok yang berada di garis depan dalam mengawal berbagai program modernisasi pelayanan lalu lintas. Berbagai inovasi yang selama ini dijalankan Ditlantas Polda Sumbar menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.

Pembangunan gedung baru tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat terkait pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, administrasi lalu lintas, edukasi keselamatan berkendara, hingga berbagai layanan lainnya yang berada di bawah naungan Ditlantas Polda Sumbar.

Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menilai bahwa pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Infrastruktur yang baik akan mendukung kualitas kerja personel sekaligus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Gedung yang akan dibangun tersebut dirancang untuk mendukung sistem pelayanan modern yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Seluruh fasilitas nantinya diharapkan mampu menunjang berbagai kebutuhan operasional Ditlantas Polda Sumbar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan gedung baru bukan hanya soal menghadirkan bangunan yang megah, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Suasana penuh optimisme terlihat selama berlangsungnya kegiatan peletakan batu pertama. Jajaran pejabat utama Polda Sumbar, personel Ditlantas, unsur pelaksana pembangunan, dan para tamu undangan tampak menyambut baik dimulainya pembangunan yang diyakini akan menjadi salah satu fasilitas pelayanan terbaik di lingkungan Polda Sumbar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ditlantas Polda Sumbar dikenal aktif menghadirkan berbagai terobosan pelayanan berbasis teknologi. Kehadiran gedung baru nantinya diharapkan mampu menjadi pusat integrasi berbagai inovasi tersebut sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pelayanan publik harus terus menjadi prioritas utama seluruh anggota Polri. Kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam setiap aspek tugas kepolisian.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi yang dibangun oleh Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Berbagai program yang dijalankan selama ini selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai fokus utama.

Pembangunan Gedung Ditlantas Polda Sumbar di Jalan Nipah Kota Padang juga menjadi simbol kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan pelayanan masa depan. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat, kebutuhan akan pelayanan yang cepat dan modern menjadi semakin penting.

Keberadaan gedung baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi internal, mempercepat proses pelayanan, serta menghadirkan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi personel dan masyarakat.

Batu pertama yang diletakkan dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi fondasi sebuah bangunan, tetapi juga menjadi fondasi harapan baru bagi peningkatan kualitas pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat. Harapan akan pelayanan yang semakin mudah, cepat, profesional, dan transparan menjadi tujuan utama pembangunan tersebut.

Melalui sinergi kuat antara Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan Gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menjadi bukti nyata bahwa transformasi pelayanan publik terus berjalan. Dari kawasan Jalan Nipah Kota Padang, lahir optimisme baru bahwa Ditlantas Polda Sumbar akan semakin maju, semakin modern, dan semakin dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

Catatan Redaksi

Polri hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan, Polri terus membangun kepercayaan publik demi terwujudnya keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

TIM RMO

Minggu, 31 Mei 2026

AKBP Agung Tribawanto Tunjukkan Keseriusan Berantas Narkoba Hingga ke Akar Rumput

PASAMAN BARAT | Komitmen tegas Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat. Sebanyak empat orang laki-laki berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34) diamankan dalam penggerebekan di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (26 Mei 2026).

Langkah cepat yang dilakukan jajaran Satresnarkoba tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto yang terus menekankan pentingnya merespons setiap informasi masyarakat terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Informasi awal berasal dari laporan warga yang merasa resah dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan secara tertutup dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

Hasil penyelidikan mengarahkan petugas kepada sebuah pondok yang diduga sering dijadikan tempat berkumpul oleh para pengguna narkotika. Setelah memastikan target dan situasi lapangan, petugas bergerak melakukan penggerebekan.

Dalam operasi yang berlangsung cepat dan terukur itu, tiga orang berinisial DH, AF, dan HD berhasil diamankan di dalam pondok. Petugas juga menemukan seperangkat alat hisap sabu atau bong yang diduga baru saja digunakan.

Tidak lama berselang, seorang pria berinisial SY datang menuju pondok tersebut. Petugas yang telah berada di lokasi langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal diketahui bahwa pondok yang dijadikan lokasi pesta narkoba tersebut merupakan milik SY. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengembangan kasus.

Penggeledahan yang dilakukan dan disaksikan warga setempat menghasilkan penemuan satu paket kecil yang diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening.

Selain paket sabu, petugas juga mengamankan tiga buah mancis, tiga sendok sabu dari pipet plastik, empat buah pipet plastik, tiga buah jarum, dan satu set alat hisap sabu yang masih terdapat sisa kristal diduga sabu pada kaca pireknya.

Tidak hanya itu, tiga unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku juga turut diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Resnarkoba Polres Pasaman Barat Iptu Andhika menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Pasaman Barat dalam memberantas penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat akar rumput.

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan, keempat pelaku dinyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu-sabu dalam tubuh mereka.

Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan keterlibatan para pelaku dalam penyalahgunaan narkotika sebagaimana yang sedang didalami oleh penyidik.

Dalam kasus ini, salah seorang pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat. Namun demikian, hal itu tidak mempengaruhi proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Menurutnya, seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik.

"Siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan istimewa dan tidak ada yang kebal hukum," tegas AKBP Agung Tribawanto.

Saat ini keempat pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan fakta yang ditemukan di lokasi dan hasil tes urine para pelaku, penyidik mendalami dugaan pelanggaran Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 112 ayat (1) mengatur tentang kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, atau penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Sementara itu, Pasal 127 ayat (1) huruf a mengatur tentang penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, dengan tetap memperhatikan ketentuan rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan proses hukum yang berlaku.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto kembali mengingatkan masyarakat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga Pasaman Barat tetap aman dari ancaman barang haram tersebut.

Catatan Redaksi:

Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat melalui pemberantasan narkotika. Penegakan hukum yang profesional dan tidak pandang bulu merupakan wujud nyata kehadiran Polri untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.

TIM RMO

Pesan Humanis Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq pada Waisak 2026 Tuai Apresiasi Berbagai Kalangan

SUMBAR | Dalam suasana penuh kedamaian dan refleksi spiritual, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan semangat persaudaraan yang terus terjaga di Sumatera Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Hari Raya Waisak tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Melalui semangat Waisak, masyarakat diajak untuk semakin menghormati perbedaan dan memperkuat rasa persatuan.

Menurutnya, makna Waisak sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini, di mana setiap individu dituntut untuk mampu mengendalikan diri, menjaga sikap, serta menebarkan kebaikan kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

Dalam pesan yang disampaikan, Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Waisak sebagai momentum menyucikan pikiran, ucapan, dan perbuatan sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

Selain itu, nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam Waisak dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Sebagai institusi yang bertugas melayani masyarakat, Ditlantas Polda Sumbar terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pengguna jalan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menilai bahwa keselamatan berlalu lintas juga merupakan bagian dari wujud kepedulian terhadap sesama. Menghargai hak pengguna jalan lain merupakan bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Hari Raya Waisak, masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

AKBP Yudho Huntoro turut menyampaikan harapan agar perayaan Waisak tahun ini membawa ketenangan batin, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh umat Buddha di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.

Pesan yang disampaikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar tersebut menjadi cerminan hadirnya Polri sebagai institusi yang menghormati keberagaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat Hari Raya Waisak 2026, Ditlantas Polda Sumbar berharap nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehingga tercipta Sumatera Barat yang aman, tertib, damai, dan sejahtera.

Catatan Redaksi:

Polri hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Sabtu, 30 Mei 2026

Momentum Waisak 2026, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Mengajak Masyarakat Mengutamakan Kedamaian dan Kebijaksanaan

PASAMAN BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., beserta jajaran Polres Pasaman Barat dan Bhayangkari Cabang Pasaman Barat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Pesan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman serta komitmen Polri dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Waisak merupakan salah satu momen sakral yang mengandung nilai-nilai luhur tentang kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan yang semakin erat.

Menurutnya, semangat Waisak mengajarkan pentingnya menghormati sesama manusia, menjaga sikap saling menghargai, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap aspek kehidupan.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk terus memelihara suasana aman, damai, dan kondusif sehingga berbagai aktivitas sosial, ekonomi, maupun keagamaan dapat berjalan dengan baik.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, Polres Pasaman Barat berkomitmen hadir memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Semangat toleransi yang tumbuh di Kabupaten Pasaman Barat selama ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat pembangunan.

AKBP Agung Tribawanto menilai bahwa kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk saling menghormati serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Momentum Hari Raya Waisak juga menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi diri, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Polres Pasaman Barat terus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan masing-masing.

Melalui semangat Waisak, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa kedamaian dan kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

AKBP Agung Tribawanto berharap Hari Raya Waisak 2026 membawa kebahagiaan, ketenangan, keberkahan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Senin, 25 Mei 2026

Apel Pagi Polres Pasbar Bersama AKBP Agung Tribawanto Berlangsung Tertib dan Penuh Semangat

PASAMAN BARAT | Suasana penuh disiplin dan semangat pengabdian terlihat jelas saat jajaran personel Polres Pasaman Barat melaksanakan kegiatan apel pagi rutin di halaman Mapolres Pasbar, Sabtu (24/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta soliditas seluruh personel kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., semangat profesionalisme terus dibangun demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah hukum Pasaman Barat.

Kegiatan apel pagi berlangsung tertib dengan diikuti seluruh personel dari berbagai satuan fungsi. Barisan anggota yang berdiri rapi menunjukkan kesiapan institusi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Momentum apel pagi bukan sekadar rutinitas formal, namun menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi internal, evaluasi pelaksanaan tugas, hingga penegasan komitmen pelayanan kepada masyarakat secara humanis dan profesional.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto terus menanamkan nilai kedisiplinan kepada seluruh anggotanya. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan disiplin yang kuat, maka seluruh tugas kepolisian dapat dijalankan secara maksimal, mulai dari pelayanan, perlindungan, pengayoman hingga penegakan hukum di tengah masyarakat.

Dalam arahannya kepada personel, AKBP Agung Tribawanto juga mengingatkan pentingnya menjaga etika, sikap humanis, serta tanggung jawab moral sebagai anggota Polri. Ia meminta seluruh personel agar tetap hadir sebagai pelindung masyarakat yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani. Pendekatan humanis dinilai menjadi salah satu kunci membangun hubungan harmonis antara polisi dan warga.

Selain penekanan soal disiplin dan pelayanan, apel pagi juga dimanfaatkan untuk memperkuat kekompakan antar personel. Soliditas internal dianggap sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas-tugas kepolisian di lapangan. Dengan hubungan kerja yang harmonis dan komunikasi yang baik, maka seluruh tantangan tugas diyakini dapat dihadapi secara bersama-sama demi menjaga kondusivitas wilayah Pasaman Barat.

AKBP Agung Tribawanto dikenal aktif memberikan motivasi kepada anggotanya agar tetap bekerja dengan penuh dedikasi. Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik institusi. Karena itu, setiap personel diminta selalu menjaga perilaku, meningkatkan profesionalisme, dan menjauhi tindakan yang dapat merusak citra kepolisian di mata masyarakat.

Semangat pengabdian yang ditunjukkan personel Polres Pasbar menjadi gambaran nyata kesiapan institusi kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apel pagi yang dilaksanakan secara rutin tersebut juga menjadi bentuk kesiapan personel dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Di tengah tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya menjaga integritas serta loyalitas terhadap institusi. Ia berharap seluruh anggota tetap bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kegiatan apel pagi berlangsung dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab tinggi dari seluruh personel. Kehadiran pimpinan dalam kegiatan tersebut memberikan motivasi tersendiri bagi anggota untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Situasi yang aman dan kondusif di wilayah Pasaman Barat menjadi target utama yang terus dijaga bersama oleh jajaran Polres Pasbar.

Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun institusi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya. Melalui kegiatan sederhana seperti apel pagi, nilai-nilai kedisiplinan, loyalitas, dan semangat pengabdian terus ditanamkan kepada seluruh personel demi terciptanya pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakat Pasaman Barat.

Catatan Redaksi:

Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom masyarakat yang bekerja dengan hati nurani demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan rasa nyaman bagi seluruh warga.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi